Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Jumat, 02 Desember 2011

Penyakit Diabetes Mellitus (DM)




Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

  • Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus


  • Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.

    Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

    1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
    2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
    3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
    4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
    5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
    6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
    7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
    8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
    9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
    10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

    Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.

    Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.

  • Tipe Penyakit Diabetes Mellitus


  • 1. Diabetes mellitus tipe 1
    Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.

    Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.

    2. Diabetes mellitus tipe 2
    Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.

    Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.

  • Kadar Gula Dalam Darah


  • Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.

    Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.

    Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.

    Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.

  • Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes


  • Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).

    Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
    »»  READMORE...

    Jumat, 11 November 2011

    Penyakit Kencing Manis





    Salah satu penyakit menahun yang sering diderita oleh masyarakat adalah penyakit kencing manis, sehingga sering disebutkan oleh banyak orang. Penyakit ini sepertinya menakutkan, karena sepertinya kematian ataupun kehilangan anggota tubuh yang membusuk menjadi ancamannya. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan penyakit kencing manis? Apa mungkin bisa hidup sehat meskipun terkena penyakit ini?
    Penyakit kencing manis atau diabetes melitus adalah suatu penyakit menahun akibat tubuh yang tidak dapat menghasilkan hormon insulin atau tubuh tetap menghasilkan insulin tetapi terjadi masalah sehingga tidak dapat digunakan dengan tepat. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh organ pankreas yang ada di perut, yang berfungsi untuk menyalurkan glukosa (gula) ke dalam sel di seluruh tubuh untuk digunakan sebagai sumber tenaga.
    Pada penyakit kencing manis terjadi penumpukan gula di darah dari pada masuk ke dalam sel untuk menjadi energi. Kadang kelebihan gula di dalam darah tersebut dibuang melalui kencing, sehingga air kencing menjadi ‘manis’.
    Penyakit kencing manis tidak dapat diobati sehingga sembuh, namun penyakit ini dapat dikelola sehingga penderitanya tetap dapat hidup sehat secara normal. Hal terpenting dalam pengelolaan penyakit ini adalah pengaturan kadar gula darah dengan cara pengaturan makan, olahraga, menjaga berat badan, & jika diperlukan menggunakan obat-obatan atau penyuntikan insulin.
    Pengecekan kadar gula darah pada penderita kencing manis harus dilakukan secara rutin untuk mengetahui perubahannya karena kadar gula darah yang terlalu rendah atau tinggi dapat membahayakan penderita. Selain itu, pengecekan juga berguna untuk mengatur dosis yang pas atau mengetahui efek dari obat-obatan atau insulin yang digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah.
    Pengecekan kadar gula darah dapat dilakukan di laboratorium klinik, atau dengan kemajuan teknologi dapat dilakukan sendiri dengan alat pengecek kadar gula darah elektronik portabel. Pada penderita penyakit kencing manis yang kadar gula darahnya kurang terkontrol, sangat disarankan untuk memiliki sendiri alat portabel tersebut & mengikuti petunjuk dokter untuk frekuensi penggunaannya.
    Pada dasarnya, baik pemeriksaan di laboratorium klinik maupun dengan alat portabel menggunakan darah sebagai bahan pemeriksaannya. Pastikan dokter memberitahukan kadar gula darah yang dianggap sebagai angka normal sehingga tahu kapan harus segera konsultasi kembali ketika kadarnya dianggap terlalu tinggi atau rendah.
    Selain itu, disarankan untuk tetap berkonsultasi secara rutin ke dokter setiap bulan disertai pemeriksaan laboratorium yang lain untuk mengontrol kemajuan pengobatan & mencegah terjadinya penyakit kencing manis yang parah.
    Pengaturan pola makan yang disarankan untuk penderita penyakit kencing manis adalah sama saja dengan orang sehat, yaitu pola makan yang sehat & teratur. Sangat disarankan untuk makan tepat waktu 3 kali setiap hari.
    Selain itu, berolah raga dapat membantu tubuh untuk menggunakan insulin & menurunkan kadar gula di dalam darah.
    Menjaga berat badan pun harus dilakukan dengan mengurangi berat badan pada mereka yang kegemukan & menjaganya setelah mencapai berat badan yang ideal. Dengan begitu, kerja insulin di dalam tubuh dapat diperbaiki & menurunkan tekanan darah sehingga terhindar dari penyakit jantung & stroke.
    Jika semua hal di atas tidak dapat mengendalikan kadar gula darah, maka diperlukan bantuan obat-obatan atau insulin untuk dapat mengendalikannya. Ada berbagai macam jenis obat-obatan yang diminum dengan cara kerja yang berbeda. Ada yang bersifat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak insulin atau membantu tubuh agar mengunakan insulin dengan lebih efisien. Kadang, diperlukan penyuntikan insulin secara rutin untuk orang-orang tertentu. Semua obat-obatan tersebut harus digunakan sesuai petunjuk dokter.
    Pada penderita penyakit kencing manis, selalu ada risiko untuk terjadinya kadar gula darah yang terlalu rendah akibat dosis obat yang terlalu tinggi atau penderita terlambat makan. Tanda dari kadar gula darah yang terlalu rendah adalah nyeri kepala, berkeringat banyak, merasa lemas & cemas. Jika hal itu terjadi, segera kontak dokter & lakukan pengecekan kadar gula darah. Untuk pertolongan pertama, biasanya disarankan untuk makan beberapa butir permen, meminum jus buah, atau cairan yang mengandung gula.
    Pada penderita kencing manis yang kadar gula darahnya tidak terkontrol, akibat tidak disiplin dalam mengatur pola makan, tidak berolahraga, berat badannya naik terus, atau obat-obatan tidak diminum sesuai petunjuk dokter, akan dapat mengakibatkan bahaya yang mengancam nyawa.
    Selain itu, kadar gula darah yang terus tinggi dapat merusak berbagai organ tubuh (komplikasi), seperti mata, pembuluh darah, saraf, & ginjal, sehingga dapat mengakibatkan kebutaan, penyakit jantung, stroke, kerusakan saraf, infeksi kaki yang dapat mengakibatkan kaki harus dilakukan pemotongan (amputasi), sampai kerusakan ginjal yang mengharuskan pasien dilakukan ‘cuci darah’ (dialisis) atau transplantasi ginjal.
    Untuk mencegah komplikasi penyakit, dapat dilakukan perawatan diri yang tepat sehingga kadar gula darah tetap normal, seperti mengatur pola makan, olahraga, & menjaga berat badan. Selain itu, selalu patuhi petunjuk dokter & jadwal minum obat.
    »»  READMORE...